Kamis, 12 Januari 2012
Bahagia itu Seperti apa..
mnulis tema diatas ' Bahagia itu seperti apa' mengingatkan saya dengan lagu yang dinyanyikan oleh pasha ungu "tidak kah kau merasa, hidupmu hampa,, tidakkah kau merasa.. hidupmu kosong.."
sepertinya lagu itu cocok dengan fenomena akhir-akhir ini yang tidak lagi tahu apakah kebahagiaan dan bagaimana ebntuknya, hingga banyak yang mengabaikannnya untuk memnuhi segala kebutuhannya.
jadi ingat juga dengan teman yang menyapa melalui chating jejaring sosial di alamatku, simple saja pertanyaan yang diajukan.. "Ardillia apa kabar?, Bahagiakah?".
woow, langsung saja menanyakan kebahagiaanku disini yang memang dapat dibahasakan sebagai anak rantau, jauh dari rumah dan pengalaman sekolah dulu yang berada di pulau sumatera, sedangkan kondisi kita yang berada di jakarta untuk bekerja.
lanjut ke pertanyaan diatas, jujur saja lidah ku ragu untuk menjawab dan banyak berfikir untuk menjawab apa, waaa.. dan akhirnya ku coba tuk menjawab aku betah-betah aja disini.. perlu dicatat bahwa betah bukan berarti bahagia ya..
dan kini aku yang bertanya, bahagia itu seperti apa ya..
lets check this research..
REPUBLIKA.CO.ID, Dari hasil penelitian, diketahui sekitar 500 ribu anak-anak di bawah 15 tahun di Inggris ternyata tidak bahagia. Dari hasil riset Good Childhood pada 6.000 anak-anak berusia 8-15 tahun, terungkap kisah tentang anak-anak di masa modern ini dan saran supaya hidup mereka lebih indah.
Yang mencemaskan, dari riset ini adalah satu dari 11 anak mengaku tidak bahagia dengan hidup mereka. Riset itu juga mencuatkan kenyataan bahwa akar dari kebahagiaan untuk anak-anak adalah rasa tenang dan nyaman di rumah.
Di sisi lain, mereka juga menyatakan benda-benda tertentu punya dampak signifikan seperti kehadiran iPod, televisi kabel, dan 'baju keren' untuk membuat anak-anak senang.
Kendati begitu, lembaga tesebut menegaskan bahwa kualitas hubungan anak dan keluarga jauh lebih penting. Ketenangan dan rasa damai dari rumah tak kalah utama. Anak-anak yang mengalami perubahan atau guncangan dalam keluarga dua kali berpeluang mengalami penurunan kualitas hidup.
Secara keseluruhan, anak-anak yang tinggal dengan orang tua kandung dalam satu rumah punya peluang berkembang lebih baik ketimbang anak-anak yang tinggal dengan keluarga asuh yang lain.
Bagaimana dengan keluarga Anda?
Namun bukan karena faktor ketidak nyamanan keluarga tapi karena jauh dari keluarga yang ku sayangi dan mereka menyayangiku..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar