Kamis, 26 Januari 2012

Karakter dibentuk dari Perjalanan Hidup

Suka sekali menonton film dengan banyak pelajaran yang terkandung didalamnya, meski terkadang juga ingin menonton film yang hanya sekedar hiburan dan ingin tertawa.. Tema kali ini adalah menonton film drama asia berjudul 49 days, dengan karakter sang lelaki yang begitu jahat dan mengatakan kepadateman yang menasehati akan kejahatannya tersebut, dalam kondisi ini, sang lelaki jahat tadi adalah lelaki cerdas yang merebutkan kekayaan dari kekasih yang ingin dinikahinya, dan lelaki lembut sebagai sahabatnya yang baru mengetahui kejahatannya ia mengatkan: B: "Oppa.. berhentilah,kau telah melukai orang yang kusuka, dan juga kekasihmu sendiri, dia sudah terlalu baik padamu, lalu kenapa kau menghianatinya?" A (jahat): Kau bisa mengatakannya karena meski dulu kau menghabiskan waktumu di club, membuang uang untuk bermain2 keluar negeri hingga 5 tahun, dan kini kau kembali masih dapat membenahi dirimu dengan segala fasilitasmu.. B: "Tapi tidakkah kau tidak berhak melakukannya dengan orang yang baik padamu.." A: Kau tidak pernah merasakan bagaimana memiliki seorang ayah yang pemabuk, hingga ia meninggal karena keracunan alkohol, kau tak mengetahui ibuku yang kurus dan lebam karena bekerja untuk keluarga dan uang yang dihabiskan lelaki pemabuk itu? kau tak pernah merasakan bagaimana seorang anak yang tidak pernah merasakan nasi hingga 4 tahun dan menelan puting ibunya sendiiri, meskipun anak yang dinyusu terus menerus bagaimana ia bisa menjadi tenaga bagi anak 4 tahun, dan kau tak pernah merasakan bagaimana bahagianya kami hingga menangis tersedu-sedu karena lelaki pemabuk itu telah meninggal? Lalu siapakah yang salah? siapa yang harus ku salahkan? mungkinkah aku harus marah dengan kepada Tuhan? maka itu aku akan melanjutkan rencana ini,kepada orang yang sudah cukup baik, dengan kekayaan yang mereka miliki, pantas juga bila mereka juga merasakan apa yang aku rasakan dahulu, mereka sudah puas menggunakan kekayaan yang mereka miliki dan ini tidak akan memberikan sedikit kepedihan bagi mereka. cukup segitu aja ya.. Nahhh,, menilai film tadi, bahkan jika ilmu psikologi mengatakan bahwa karakter dibentuk atas dasar lingkungan, dan sangat sulit dirubah, itu memang benar dan lebih tepatnya saya mengajukan jawaban bahwa karakter dibentuk atas perjalanan hidup yang ia rasakan, ia lakukan dan ia ingin RUBAH. Lalu jika terbentuk karakter seperti yang tadi, sebenarnya Ia (siA) memiliki jiwa ambisius yang bagus, hanyasatu yang kurang, yaitu kurangnya sentuhan Spiritual sehingga membentuk pribadi yang Keras dan Tak Berpedoman, perlu disajikan. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal ini, tidak sedikit, namun banyak dan perlu diketahui bahwa akupun menyadari bahwa karakter yang menyatu pada penulis juga lebih dipengaruhi oleh pengalaman Hidup, BUKAN Lingkungan. Jakarta Selatan, 26 january 2012 Meja Kerja, konsultan

1 komentar:

  1. perjalanan hidup jadikanlah sebagai pelajaran yang membawa kita mnuju yang lebih baik, bukan sekedar ambisi yang menyesatkan..

    BalasHapus