Minggu, 29 Januari 2012
Bapak, Laptop ku Hilang..
Ya Allah, dunia ini terlalu cepat berputar, hati ini terlalu cepat berubah dan prasangka ini terlalu cepat berubah, Seperti kondisi jiwa2 ini yang terkadang begitu cepat.
Malam sabtu ini, pukul 10 kira2, ketiak sedang asiknya ku menikmati malm liburan akhir pekan dengan game di notebook di tangan, sambil berbaring dan medengarkan musik. Indah bukan..
Namun semuanya cepat berlalu ketika ada suara telpon dengan nomer baru, “halo.. mbak ika.. (sambil menangis) “, kenapa jawabku, “laptop ku..:”, kenapa lagi jawabku ..” hilang, aku gak berani bilang mamak..” yaoudah, biar aku yang bilang, datanya ada di flashdisk kan? Iya, katanya..
Dan seketika itu rasanya aku ingin melompat ke jogja dan dateng ke TKP, tapi yang kulakukan adalah menelpon rumah dan “bapak ku” yang mengangkat, “ pak, ocik..” kenapa ocik” kemalingan, laptope dibawa maling, tapi untungnya datanya dah dipindah ke flashdisk.” Jawabku sambil ada setidaknya kata yang menenangkan, namun ternyata, “ ya bukan datanya, laptopnya..” .
Dalam kasus ini, sungguh sulit, karena ku tahu betuuull persaan bapakku dan kesedihan yang dialami adikku, pertama, bapak ku dengan refleks marahnya, wajar saja itu terjadi, bagi bapakku yang seadanya, sangat berjuang demi hidup, selalu berupaya memenuhi kebutuhan anaknya, yang selalu bekerja sekeras-kerasnya, membelikan anaknya sebuah laptop Acer dengan tipe 4738 core i3 itu merupakan perjuangan yang berat, dimana ku sendiri memintanya di bulan april dan baru terkabul dibulan agustus, itupun karena menunggu panen Tebu yang kini sudah tak ada ituh,, dimana penen itu sendiri harus menunggu setahun, dan bapak rela tidak mendapatkan sisa APAPUN demi membelikan anaknya laptop yang bagus, akupun menjaganya selalu. Dalam situasi ini, aku bisa memahami kemarahan bapak, mungkin lebih tepatnya jika ku menyebutnya kekecewaan bapak. Bapak, tolong maafkan Ocik, dan bersabarlah..
Disisi lain, Ocik, adekku juga adalah korban, yang dapat ku akui bahwa ini adalah kesalahannya, tapi siapakah orang yang mengetahui kesalahan yang akan terjadi, karena bukan lah kesalahan jika hal buruk itu belum terjadi,, betul kan? Jadi dalam kondisi ini, ku sangat menyesakka, kasihan kepada kedua belah pihak. Ocik yang dimarahi oleh bapak dan kehilangan peralatan paling berharganya, juga pasti merasakan hal yang pedih, bahkan yang membuatku ingin menangis ketika ia bilang “mbak ika.. ngomongke bapak, ojo nesu..” sungguh air mata ini menetes perlahan, kenapa beigini, baru saja bapak ingin merasakan indahnya hidup, ringan nya hidup dengan beasiwa ocik, yang tiba-tiba dikejutkan dengan kehilangan laptop ocik ini, aku harap bapak baik-baik saja disana.. amiin.. Untuk ocik, kau tidak tau harus berkata apa,ini semua karena kesalahanmu yang juga kau adalah korbannya.
Untuk sipelaku yang menurut saksi mata mengatakan adalah laki-laki itu, ku harap kamu menyadari, bahwa yang kamu lakukan akan membawa mudharat bagimu, maka kembalikanlah laptop itu meski sedikit kemungkinan untuk itu, tapi ku percaya bahwa kau masih memiliki hati ayng membawamu kejalan yang benar,
Ya Allah, bagaimanapun dan sepedih apapun kejadian ini, kami pasti akan memikirkanm hikmah dari ini, tak akn kami jatuh pada hal ini LAGI, berilah kesempatan pada kami untuk memperbaiki diri ya Allah, biarlah yang hilang dan kami yakin Kau akan menggantikan yang lebih baik dari ini, Amiin..
Sepenggal kisah, dalam kamar beralas kayu
Jakarta selatan 27 january 2012
10;20 pm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar